 | Category: | Movies | | Genre: | Drama |
Historical Drama
Film yg disutradarai Ridley Scott yg sukses membesut 'Gladiator' menjadi film yg ciamik. Dibintangi Orlando Bloom sebagai Balian Sang Pandai Besi Liam Neeson sbagai Lord Godfrey of Ibelin ayah Balian Jeremy Irons sbagai Lord Tiberias Eva Green sbagai Sybilla adik Raja Jerusalem Marton Csokas sebagai Guy de Lusignan Ghassan Massoud sbagai Sultan Salahuddin (Saladin) from Damascus Khaled El Nabaoui sbagai Mullah Berseting masa Perang Salib yg memasuki Abad ke 12 di Jerusalem. Saat itu Jerusalem telah dikuasai oleh pasukan Salib yg dipimpin oleh seorang raja yg menderita penyakit kusta namun di masa-masa akhir kepemimpinannya menemukan kedewasaan pencariannya akan kebenaran dengan ingin membuat Jerusalem sebagai Kingdom of Concious, Kingdom of Heaven. Kingdom of Heaven dimana Hati Nurani dan Logika menjadi panglima. Kota yang tak lagi dikomandani oleh Kebencian dan Permusuhan atas nama agama.
Jerusalem adalah pusat peradaban agama samawi yg berhulu pada Ibrahim. Mulai dari agama Yahudi, agama Nasrani dan agama Islam memiliki artefak dan simbol kesuciannya di tempat itu. Tembok Ratapan, Lokasi Yesus disalibkan, dan lokasi Masjidil Aqsa berada.
Raja Jerusalem ingin membangun Kota Suci yang teraman di seluruh dunia. Setiap pemeluk agama dipersilakan berziarah dengan bekal keyakinannya masing-masing sepanjang tidak saling mengganggu dan membuat kekacauan. Hidup berdampingan dengan damai...
Raja ini mengadakan perjanjian perdamaian dengan kekuatan Islam yg sangat powerful di Asia Tengah saat itu yg berpusat di Damaskus Turki dan dipimpin oleh Sultan sekaligus Panglima Perang Salahuddin (Saladin)
Namun dalam setiap kelompok selalu saja ada yg sangat Fanatic, Extrem, Sektarian, Intoleran, dan menyerukan bahwa 'membunuh Kafir' bukan sebuah Dosa. Kelompok yg dikomandani oleh Guy de Lusignan inilah yg merongrong kekuasaan dan kewibawaan Raja Jerusalem. Semangat kelompok ini adalah segera menghabisi kekuatan Islam dimana pun berada
Lord Godfrey dan anaknya Belian berada di tengah intrik dan konflik ini. Mereka adalah Ksatria yg disumpah untuk melindungi Raja dan seluruh rakyat Jerusalem.
Dari Kebingungan akan Keberpihakkan inilah Cerita yg sebenernya berawal. 'What Are We Fighting For ?' Apa yg sebenernya sdang diperjuangkan dengan nyawa ribuan orang di peperangan ini? Klaim Kebenaran? Atas nama Otoritas Tuhan? Lembaga Agama? ataukah ternyata ini semua hanya soal Kekuasaan, Harta dan Tanah belaka?
Dibumbui intrik dan perselingkuhan khas film Holywood antara Sybilla dan Balian menjadikan film ini sedikit 'ternoda'
Tapi permainan peran Lord Godfrey, Lord Tiberias, Guy de Lusignan serta Sultan Salahuddin benar2 memikat. Sangat berkarakter.
Dari sisi jalan cerita pun cukup menarik. Film ini bisa mengambil 'angle' yg sedikit berbeda dan khas serta sedikit melawan mainstream film2 Hollywood pada umumnya. Terlebih jika menyangkut 'image' Islam.
Pesan Moralnya pun cukup dalam. Bahwa Hati Nurani dan Akal Sehat tak boleh dikesampingkan begitu saja sehingga tidak terjebak dalam Euphoria Fanatisme yg sangat Tricky dan Menipu Manusia.
Sebagai Hiburan, film ini mampu menyedot perhatian penonton dari awal sampai akhir.
A Very Good & Recommended Film.
*pas nonton ini awalnya saya agak under-estimate tapi puas banget pas selesai*

 | pujay wrote on May 10, '05 |
 | jadi tambah penasaran, baca di blog-nya adhitya katanya bagus bangets kata pacar temenku yg nomat kemaren katanya keren juga ntar mau nomat hari senen depan ah ... |
 | Stuju abizz..dari awal hingga akhir its just so amazing, pesan moralnya juga ndalem lho! and I have an article about the truth behind the Kingdom of Heaven story, I will share it later:O) |
 | Tak melu nonton ah....
Semenjak empire dan regent terbakar aku jadi jarang ke bioskop. Mungkin dengan Kingdom of Heaven aku bisa memulai kembali hobi lama. |
 | jadi pengen nonton pak iwan |
 | pyng wrote on May 11, '05 heheheh siwalan lo ye =)) cetakan topengnya emang ngambil dari mukaku sih tapi dalemnya tauk deh ? heheh...;P  benerrrr...cetakan topengnya emang mengadaptasi dwari wajahnya mas iwan, tapi dalamnya itu bahkan persis dengan wajahnya mas iwan, cuman beda tahi lalat doang... wakakka |
 | kalo bisa kirimin dong filemnya ke e-mail gw, jd pengen liat nich. ni e-mail gw wakil_tuhan@yahoo.com atu langsung aja di sini OK !!! |
 | OK deh ditunggu bangged ya artikelnya =)) biar makin ngerti sejarah :)  |
 | kebetulan gw juga baru nonton film ini kemarin... keren, menggugah dan juga gak bikin ngantuk... ha ha ha, soalnya gw kebiasaan tidur kalo di dalem 21... |
 | Good movie and good review lah. Mas Surya di atas juga menyimpulkannya dengan pas, dengan tanda tanya, tentunya: yang di Jarussalem sekarang memetik pelajaran atau tidak? Salam, Anwar. |
 | Filmnya bagus sih, tapi kayaknya perlu nonton juga yang versi arabnya.... ada loh...!!! Yang namanya film yg diambil dari sejarah sepertinya harus dari sumber yang paling baik, jadi mungkin kita bisa ambil hikmah dan pesan dari film itu, tetapi jangan mentah-mentah mengambil gambaran ttg perang salib dari film itu. |
| |