Alhamdulillahirrabbil alamin Segala Puja & Puji Bagi Allah Rabb Semesta Alam
Atas kelahiran seorang putri amanah dariMu Kami beri nama dia “Saiya Naylarridha Wirasmara” Sebagai doa dan pengharapan kami Agar Ia menjadi wanita yang gigih berjuang pantang menyerah untuk memperoleh RidhoMu Yaa Allah Sebagai amanah yang Kau titipkan dengan perantara Buah Cinta kami berdua
Kepada saudara-saudaraku di jalan Allah Dimanapun berada Mohon doa & restu Semoga Nayla menjadi anak yang sholihah Membawa manfaat, berkah dan kebahagiaan dunia-akhirat Semoga kami dapat menjadi orang tua yang mampu mengemban amanah Agar kelak kami dapat tersenyum bahagia Ketika berkumpul lagi di kampung akhirat nan abadi
Rabbana Hablana Min Azwajina Wa Dzurriyatina Qurrota’ayun Waj’alna Lil Muttaqina Imamah
Amin Yaa Rabbal Alamin
Bumi Allah, Agustus 2007
 | Teman | Dec 20, '06 7:23 AM for everyone |
Teman. Satu kata yang multi intepretasi. Masing-masing orang punya definisi yg berbeda tentang makna kata ’Teman’ Konsep ’teman’ di benak saya pada mulanya adalah seseorang yg selalu setia kemana pun saya pergi. Seseorang yang selalu sependapat dengan pendapat saya. Seseorang yang akan selalu membela dan menyelamatkan saya ketika dalam bahaya. Dan tentu saja tidak berkhianat. Dan konsep itu juga berlaku sebaliknya pada saya. Saya merasa belum menjadi ’teman’ seseorang ketika saya tak mampu berlaku setia, selalu meng-amini pendapatnya, selalu membela dan menyelamatkannya ketika ia dalam bahaya (bahkan tak peduli apakah ia dalam posisi benar atau salah sekalipun) Konsep tersebut bertahan cukup lama dalam alam pikiran saya. Kemudian seiring waktu mengalami sedikit pergeseran perlahan tanpa saya sadari. ’Teman’ bagi saya kemudian menjadi seseorang yang selalu siap dijadikan tempat berkeluh kesah, tempat berbagi dalam suka & duka, tempat menceritakan ide-ide gila, tempat melontarkan harapan-harapan masa depan, bahkan menjadi tempat kita menitipkan rahasia-rahasia pribadi saya. Konsep ’Teman adalah Segalanya’ juga menghinggapi alam pikiran saya. Memiliki teman sebanyak-banyaknya adalah obsesi saya. Namun untuk mengejar obsesi tersebut juga memiliki konsekuensi logis, yaitu tidak sanggup berlaku adil dan jujur kepada hati nurani saya. Ketika ada seorang teman berbuat kesalahan kepada teman yang lain, saya tak sanggup untuk mengingatkan/menegur degan cara terbaik terhadap kesalahannya itu. Hal ini bisa terjadi karena saya terlalu takut kehilangan teman. Saya berpikir ”Jika saya menegurnya jangan-jangan nanti ia akan berbalik memusuhi saya, dan pada gilirannya saya akan memiliki musuh yang besar kemungkinan akan bertambah jumlahnya”. Saya merasa amat sangat sedih dan teramat susah tidur ketika mengetahui ada satu saja orang yg memusuhi saya, terlebih dia sebelumnya adalah orang yang saya anggap ’teman’ saya. Alhasil, dalam dunia ’pertemanan’ saya tumbuh menjadi pribadi yang terlalu akomodatif dan serba maklum terhadap semua sikap/perilaku teman bahkan tak jarang menjadi orang yang tak berprinsip. (atau jangan-jangan prinsip saya waktu itu adalah ya itu tadi, teman adalah segalanya di atas kebenaran itu sendiri). Dan bisa jadi ada beberapa orang yang kemudian menganggap saya telah berkhianat kepadanya karena saya hanya bisa diam ketika ia disakiti oleh teman saya yang lain. Pendeknya, rasa takut dimusuhi dan kehilangan teman menjadikan saya buta akan nilai-nilai kebenaran yang seharusnya diletakkan pada prioritas utama. Saya menjadi seorang pengecut untuk berkata benar sesuai fakta. Bahkan terlalu pengecut untuk menjadi saksi dari kezaliman yang terjadi di depan mata saya sendiri. Sampai Akhirnya.... Berbagai peristiwa hidup membuat saya terus belajar dan berusaha mencari hikmah dibaliknya walau seringkali terlalu mahal harganya. Teman & Musuh dalam Hidup adalah Keniscayaan. Bagi anda yang percaya konsep adanya mahluk Tuhan bernama Setan (kata ’Setan’ ini lebih tepat sebagai kata yang menunjukkan PERAN untuk membujuk manusia ke jalan keburukan, karena Setan bisa berujud jin maupun manusia) maka pasti akan meyakini pula bahwa orang yang dicintai Tuhan adalah orang yang sangat dimusuhi Setan dan sebaliknya. Dan selalu terbuka kemungkinan bahwa orang-orang yang selama ini kita anggap ’teman’ sesungguhnya telah menjalankan peran-peran ’setan’ dalam mempengaruhi kita. Juga sebaliknya, kita sendiri bisa jadi memainkan peran ’setan’ kepada teman-teman kita. Kemudian saat ini, saya mendefinisikan teman adalah seseorang yang ketika berinteraksi dengannya (atau dalam beberapa kasus bahkan hanya cukup dengan mengingatnya) membuat kita kembali mengingat Tujuan Besar Hidup kita di dunia ini. Dan terbuka peluang bagi kita untuk berbuat sebaliknya kepadanya. Bagi anda yg percaya Tuhan, percaya Kehidupan Setelah Mati, percaya Konsep Dosa & Pahala maka teman yg baik adalah orang yg ketika berinteraksi dengannya akan membawa anda kembali ke pertanyaan dasar tentang Hakikat Hidup dan Kehidupan anda. Pertanyaan-pertanyaan dasar seperti; "Untuk apa aku harus hidup?", "Mengapa hidupku harus seperti ini?" mungkin akan menjadi trigger/pemicu untuk kembali menggali makna sejati tentang Hidup dan Kehidupan Diri. Dengan definisi ‘Teman’ yang terakhir ini Insya Allah akan menjadi rangkuman dari definisi-definisi saya tentang ’Teman’ sebelumnya. Artinya, ketika saya memutuskan berteman dengan seseorang yang saya duga sebagai orang yang menularkan ‘virus’ ketaatan pada Tuhan yang saya yakini (beserta segala konsekuensi dari keyakinan tersebut) maka paling tidak orang tersebut minimal juga akan berlaku amanah terhadap ‘pertemanan’ kami. Insya Allah pertemanan atas dasar sebuah IDE yang lebih HAKIKI akan lebih immortal atau abadi. ‘Teman’ seperti ini Insya Allah juga akan ikut merasa sakit ketika kita disakiti, ikut bahagia ketika kita berbahagia, lebih setia dalam menjaga rahasia-rahasia kita, lebih berani membela ketika kita dalam bahaya. Dan setidaknya ia tak kan berkhianat.
Tlah tiba kita di simpang jalan tlah tiba kita di simpang jalan maaf kawan ku tak dapat bersamamu lagi setelah kau temukan pelitamu yang kau anggap sejati maaf teman batasku belumlah sampai tugasku belumlah tunai prasangka dan kebencian hanyalah racun yang mesra kau cumbui bagai dahaga bakar kesadaran hingga berarang butakan pikiran sampai gulita jangan kotori hati jangan dustai nurani karena lawan sejatimu adalah dirimu sendiri tak akan ada yang berbeda sekarang atau nanti aku akan terus melangkah mengembara lagi kembali berlari mengejar Sang Cahaya Hakiki seperti janjiku pada diri hapus aku bagai mimpi tenggelam bersama terbitnya ufuk esok pagi selamat tinggal engkau yang kusangka sahabat jika Sang Pembolak-balik Hati menghendaki sampai jumpa di ujung pelangi Jakarta, Feb 2006
Gerimis Pagi Basuhi Kerontang Basahi Kemarau di Sudut Sudut Relung Jiwa Kurindu Ketulusan Kalbu Nurani seperti Ikhlasnya Tetes Embun Pagi Hari setelah Senyum Sapamu Gerimis Pagi Bersahaja bak Semerbak Kuntum Melati Wanginya kan trus Bersemayam Abadi di Dasar Dasar Palung Hati Leburkan Congkak Luruhkan Sombong yang Nyata dan yang Tersembunyi Kurindu Engkau Sungguh Sangat Gerimis Pagi Senin Pagi, 23 Januari 2006
hari demi hari terlena ‘applications’ tertipu ‘interface’ bahkan memuja ‘screen saver’ perlahan..... mengeja ‘syntax’ membedah ‘module’ & ‘sub routine’ menguji ‘algorithm’ & ‘logics’ ‘The Source’ betapa ‘open source’ nya Engkau seperti janjiMu tapi kenapa begitu sulit mendekatiMu betapa berat jari-jariku mengetik ‘code name’Mu smoga ‘error-error’ adalah akselerator pembelajaran smoga tak pernah bosan dan jera ber ‘trial’ lagi kuingin bersahabat dengan mahlukMu yg bernama Waktu tak ada ‘Undo’, hanya ‘Reset’ ! betapa setiap detik adalah Pertempuran dalam Perang Abadi....... Mari Berdjoang ! Jakarta, 23 Sept 05 =iwan= NB : Untuk sahabat2ku yg memulai lembaran2 baru dalam ‘berhijrah’ menapaki sisa umur.... Jangan pernah gentar untuk ‘berbeda’ dalam setiap langkah mendekat padaNya cibiran, hinaan, caci maki, sumpah serapah, pengucilan adalah bentuk pelajaran konkret-Nya tentang arti Kasih, Sayang dan Cinta
Bukan Manusia yang Tak Pernah Salah, Tak Pernah Kalah..... Ksatria Sejati..... Yang Tak Pernah Gentar Meragukan setiap Tawaran Kebenaran apapun terlebih Warisan..... Yang Tak Pernah Lelah Menjelajah Mencari Kesejatian dan Peran Diri yg Hidup Yang Tak Pernah Ragu 'tuk berusaha berkata Tidak pada apapun kecuali yang Haq Yang sanggup merasakan setiap Sayatan Luka, Tetesan Darah dari kekalahan pertempuran dengan Senyuman Yang Tak Pernah Berhenti Mencoba 'tuk selalu Bangkit lagi..... Inginku Menjadi ! ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ = iwan95 = Jakarta, 15 Juli 2005
Dua Juli.... Alhamdulillah :) Puji Syukur kepada Dia Sang Satu Sang Penguasa Ruang & Waktu Masih diberiNya aku kesempatan untuk kembali memaknai sisa umur Smoga Barokah dan Penuh Rahmat..... Terima kasih kepada Teman-Sahabat-Saudara ku semua.... yang setia untuk terus mengingatkanku akan sempitnya waktu dunia.... Ingin kukenang dengan sederhana sesederhana hembusan ruhMu dalam tubuh Skali lagi... Ijinkan Aku Menjadi SaksiMu..... ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Dear Friends, Brothers, Sisters :) Terima Kasih banget ucapan selamat dan doa tulusnya kepadaku I appreciate that so much..... I really mean it... My DD in Jogja yg rela nungguin jam 00:01 dan menyanyikan 'Happy Birthday' special for me.....asli terharu Dek ;) Sms, Messege & Call (dan juga Kado) dari Yaya Jogja, Teh Ari MP, Ami BI, Ami Elnusa, Dewi mBendholz, Ipey PLN, Mula PGN, Gotri Kompas, Noegy, Hesty, Nanda, Atria, Uly, Ajeng, Uut MP, Yulia, Isti, mBak Yuli, Avi Pakanbaru, Nia Jogja, Nanat, Abah Janie MP, Matahari, Pipit, Rindha, Rani MP, wedHa MP, Nita Nit-Nit, Sari BNI, Fia BDG, Alma MP, Pandu Pandjoel, Putri, Itnas, Noe, Nenni, Annie, Didit Pizzo, Guntur Canada serta dari beberapa Nomor ber-akhiran 8781, 6270, 1707, 3281 :) juga beberapa yg kelupaan disebut :) Tak lupa buat para Multiplyers (Gank MP) yang sempet ketemuan di Acara Nikahnya Agung+Ida di Bandung.....Smoga persaudaraannya makin mantep sampai akhir :) Jabat Erat Persahabatan + Peluk Persaudaraan untuk semua :)
Beberapa saat yang lalu saya terlibat pembicaraan dengan beberapa sahabat pada suatu malam yang hangat. Diskusi yg sebenarnya mengusung tema serius (buat saya) tapi dikemas dalam obrolan yang sangat santai sambil tertawa lepas. Diskusi yg kemudian mengkerucut ke topik seputar Cinta & Pernikahan. Tentang Alasan2 Kenapa seseorang memutuskan Menikah. Tentang Pilihan2 Masa Depan Pernikahan yang dilakukan banyak orang dengan segenap resikonya Khusus mengenai Prime Mover atau Penggerak Awal sebuah Pernikahan, ada 2 ide besar yg terungkap (bisa jadi masih ada lagi yg belum ter-eksplore) Ide Pertama : Pernikahan itu MUTLAK harus dilandasi dengan rasa Cinta. Artinya kedua belah pihak (laki2 maupun perempuan) harus saling merasakan 'Jatuh Cinta' alias 'Fall In Love' dahulu sebelum memutuskan pernikahan, karena justru Cinta inilah Pondasi sebuah pernikahan. Ide ini berkeyakinan bahwa sebuah pernikahan yang dilangsungkan tanpa rasa Cinta adalah Pernikahan yg Semu dan Menipu Hati. Ide Pertama ini boleh dibilang cukup mewakili mainstream yang terjadi riil di dalam kehidupan sosial. Oleh karenanya banyak sekali kita saksikan (atau alami sendiri) contoh penerapan Ide Pertama ini. Bahkan tak sedikit orang yang berani mengambil resiko hidup melajang cukup lama demi menemukan 'Electrical Shock In The Heart' ini. (eh maksudnya bukan jantungan lho ;p) Ide Kedua : Pernikahan itu TIDAK HARUS ada rasa Cinta seperti pada ide pertama. Artinya, Ide ini meyakini bahwa memilih pasangan hidup (suami/istri) adalah tanggung jawab rasio dan logika, jadi tak semata-mata tunduk pada Rasa. Dengan kata lain, ide ini berkeyakinan akan adanya 'LOVE After Married'. Nah konsekuensinya, pengusung ide ini memiliki daftar prasyarat kriteria sebagai referensi yang harus dipenuhi dengan konsisten. Contoh praktis penerapan Ide Kedua adalah pada saat memilih istri (kalo kasusnya kita sebagai laki-laki) maka prasyarat yg harus dipenuhi adalah (misal) A.Cantik, B.Pinter, C.Seiman, D. Mau menjadi istri kita dst, lalu jika poin2 kriteria tsb telah terpenuhi semua maka pernikahan bisa segera dilangsungkan. Asumsinya Cinta akan Tumbuh SETELAH Akad Pernikahan. Mungkin dari sini lah muncul istilah 'Belajar Mencintai' :) Perdebatannya menjadi menarik ketika kemudian dikupas tentang 'Apa sih yg dimaksud dengan CINTA dalam konteks ini ?' Cinta dengan berbagai definisi serta kompleksitasnya. Kata CINTA yang dimaksud disini adalah Perasaan Jatuh Cinta yang identik dialami oleh remaja puber (awal usia produktif secara sexual). Cinta yang sering disebut sebagai 'Chemistry' atau 'Sparks' atau 'Nyetrum' dan beragam istilah lainnya. Cinta yang membuat Derai Tawa dan Tangis menjadi sangat tipis jaraknya. Cinta Yang membuat Dunia Berwarna Lebih Indah. Berjuta rasanya. Cinta yang membuat Tai Kucing serasa Cokelat kata lirik sebuah lagu. Pendeknya Cinta yg selalu menjadi sumber inspirasi oleh para pencipta novel, puisi, lagu, film dan lain-lain. Nah, berkaitan dengan 2 Ide di atas, saya sedang berada dalam dilema ini..... Saya berada dalam keraguan apakah masih diberi kesempatan olehNya untuk merasakan Getaran2 Hati alias Chemistry itu lagi -dalam rangka menemukan My Way to Marriage- atau tidak. (Sindrom Ketidakpastian) Apakah saya harus 'berdamai' dengan waktu dan melakukan kompromi yang kemudian membawa saya untuk menerima Ide Kedua? Sungguh sebuah persimpangan yang sulit ( for me ) Bagaimana pendapat anda teman2?
Metamorfosa Hidup adalah sebuah Proses Senantiasa Berubah Tiada yang Kekal kecuali Perubahan Pun Kehidupan..... Betapa setiap Detik adalah Persimpangan dan setiap Tarikan Nafas adalah sebuah Pilihan Saat ini ... Aku Mencoba Memberanikan Diri Memilih untuk Memaknai Hidup dengan Kesadaran Hidup laksana Puzzle Raksasa Yang coba kurangkai dengan Untaian Doa dan Usaha yang Sederhana dan -sekali lagi- dengan Cinta Tertatih dan Terbata kucoba mengeja Hidup pemberianNya dalam Perguruan Semesta Manusia ibarat Benda 3 dimensi ber-Mozaik kaya Warna banyak Sudut, penuh Gradasi dan tak pernah Sama Jangan tertipu dengan satu 'Potret' dan 'Adegan' saja Karena Mata terkadang adalah Pengkhianat yang Nyata Mencoba bersahabat dengan sang Waktu Menggali Mutiara Makna yang Satu Yang terkubur bersama tumpukan Debu Kebodohan yang Membatu dalam Ratapan yang Membelenggu serta Derai Tawa yang Menipu Ijinkan aku menjadi SaksiMu...... Lantai 8 18:18 02 Juni 2005 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku pernah menjadi Sang Pohon.....
dimulai pada suatu sore di Maret 1998 tak pernah terlintas dikepalaku bahwa aku adalah sebuah Pohon sampai Sang Daun itu datang menghampiriku dan makin menyadarkanku bahwa aku adalah Pohon, yang perlahan tapi pasti semakin membesar, semakin Kokoh Kuat dan Tak Mudah Goyah...
Begitupun Sang Daun....Aku melindunginya dengan caraku yg khas agar dia benar2 menjadi Daun Yang Kuat, mungkin Tak terlalu Indah...tapi Daun itu Sangat Kuat sehingga Aku pun merasa sangat nyaman berteduh dalam kerimbunannya..... Beberapa Gempa dan Badai serta Kemarau Panjang telah kami lalui dengan sekuat tenaga...bahkan Semua orang meyakini bahwa Sang Daun tak layak untuk berdekat2 dengan Sang Pohon....
Kami berdua, Pohon dan Daun tetap bersama ditengah peluh keringat dan air mata...kami tetap bersama dan mencoba memaknai arti Setia... Melintasi ruang dan waktu yg bahkan tak penah kami bayangkan sebelumnya Kami tetap tegak berdiri dengan sederhana....
12 musim telah kami lalui bersama... Sampai suatu ketika... Sebuah Ujian datang lagi..... Badai kembali menerpa.....
Di saat Sang Pohon dilanda keletihan luar biasa Kebingungan akan masa depan mendera... Sang Daun punya kesempatan emas untuk berkelana sejenak ke Hutan Rimba di ujung Desa....tempat kami pertama berjumpa Mungkin disana...Sang Daun mulai mengenali Berbagai Jenis Pepohonan...Beraneka Rupa, lengkap dengan segala keindahannya..... Sang Daun mulai merasa bahwa Di Rimba inilah dia seharusnya tinggal... Berteman dengan Angin yang sepoi2 menggoda... Meniupkan keputusasaan dengan segala cara..... Menafaskan kemustahilan akan hubungan Daun dan Pohon... Sang Daun Goyah..... sang Daun Tak Sanggup Bertahan dengan sebuah Kesetiaan yang pernah kami yakini dahulu... Perlahan lahan Sang Daun mencoba untuk membenarkan anggapan bahwa Pohon tak layak untuk Sang Daun... Sang Daun mulai merasa bahwa Pohon tak cukup kuat lagi melindunginya.... Sang Daun mencoba meninggalkan Pohon dengan caranya yg khas... Untuk selamanya....
Dengan segenap kekuatan Sang Pohon mencoba berteriak memanggil manggil Sang Daun....Pohon bahkan tak pernah peduli apakah teriakannya masih mengandung suara atau tidak.... berharap agar setidaknya Sang Daun menengok kepadanya.... kadang Pohon bahkan tak berharap sebuah senyuman... kadang Pohon hanya butuh dianggap bahwa dia ada...
Namun sang Daun tak bergeming... Daun terlalu sibuk dengan Rimbanya yang baru...
Dan Pohonpun letih.... Banjir air mata.... Sang Pohon tak punya daya dan kekuatan untuk meraih dan menggapai Sang Daun untuk kembali...
Sekarang, Sang Pohon hanya hanya mampu terdiam..... Dan senantiasa berdoa agar Sang Daun tak tersesat di dalam Rimba agar Sang Daun suatu hari mendapatkan Pohon yang Terbaik untuknya...
Saat ini.... Telah beratus ratus daun-daun datang dan pergi... namun entah.....hanya hening dan hambar yg terasa.....
Sekarang.... Dengan sisa-sisa kekuatannya... Pohon mencoba untuk terus bertahan hidup Walau tanpa Daun
Kini... Pohon hanya berusaha bertahan Untuk menuntaskan Tugas Hidupnya Menunggu Sang Waktu menjemput Ajalnya sambil terus menatap Nanar pada kehidupan
16 Maret 2005
Setelah sok sok jadi superman untuk bertahan...akhirnya tepar juga gw... Sendiri, by taxi, sore sore, bawa tas ransel isi pakean seadanya langsung ke RS Jakarta (lagi) dan langsung dibawa ke UGD, diambil darah (mana pake acara diulang nusuk jarumnya lagi :P), nunggu setengah jam-an hasil Lab keluar, 'Pak Iwan anda harus rawat inap ya', statemen yg udah kuduga, yowes...dengan pasrah pake kursi roda digiring ke sel :D...pertama dapet di kamar 338, tapi gw kok ngrasa ada yg kurang ya...hmm gw tau ini pemandangan jendelanya kurang OK...so gw minta pindah kamar ah...
Sampailah di room 358. Nah ini kamar cukup OK, view jendela lumayan bikin refresh, langit biru, horison jakarta yg unik, Jamz dan Aston di kanan, Mulia di kejauhan, (hmm jadi inget view di film Kuldesak ;P) dan kalo mo ngeceng bisa minta ijin suster ke Plaza Semanggi sbentar hahahah...:D...(kebayang gak sih, makan di foodcourt Plangi or nonton di 21 sambil bawa botol infus qeqeqeq...)
Ok deh trus, Segera dipasang jarum infus yg gedhe itu (hiii ngeri...dari kecil gw emang gak pernah brani disuntik ;D walopun dulu hobi maen dokter2an hahaha) Akhirnya bisa istirahat juga gw... lagian kalo gw tetep di kos, gak mungkin banget bisa bener2 bedrest, yg ada gw pasti nglayap mulu...gw geto loh :D
Sengaja temen2 gak gw hubungi... karena bwat gw kesannya cengeng banget dan sedikit melanggar prinsip gw 'gak akan menyusahkan orang lain selama masih bisa di-handle sendiri' but Walhasil gw kena semprot banyak orang deh...:( Maap yak...(sambil nunduk2 kayak orang Jepang)
satu persatu sohib, sahabat, teman, fans (hahaha GR mode ON) berdatangan....
Amir Sodikin dateng di tengah kesibukan liputannya tentang Ambalat, bawain Pisang Philipine, Anggur, Pir & Roti buatan Malaysia (katanya 'sblom kita ganyang malaysia, kita latihan dulu ganyang rotinya' hehe :D), sendal jepit, sabun, odol ama sikatnya....What A Real Friend of Mine :) Thanx 2 U Mir !!!
disusul Tomo my old friend yg berusaha keras minta dipanggil Indra buat memulai identitas barunya (nama aslinya Indrastomo hehe...) pulang dari Diklat BPKnya sgra meluncur ke semanggi....dia bilang kamis malem mo balik ke Semarang, minta oleh2in apa Wan? oleh2in simpang lima aja deh, eit jangan lupa pecel pojoknya :D
dan surprise !!! ada Isnu from Jogja !...gila ini very old2 friend...brapa tahun kagak ketemu....terakhir ketemu ya pas di Jogja itu...sahabat di komunitas deJava :D memaksa memoriku untuk bernostalgia...Thanx Boss i really appreciate this.....
Trus orang2 se Divisi di kantor...Bu Trie, mBak Yula ama si Oli, bawain roti2an, minyak kayu putih ama tabloid Bola n Otomotif hehehe tau banget kesukaan gw :D
Andi ama Anton menyusul....ngobrol2 soal Sepak Bola (especially partai Chelsea VS Barcelona di Champion) en patah hati kami masing2....huh dasar wanita :D qeqeqeq...
Kemudian Sari, sahabat yg jauh2 dateng dari Sukabumi niatnya sih mo liburan di Jakarta eh malah jadi ikut repot ngurusin gw...mana pake acara bikinin gw Sup Jagung lagi...hmmm...Thanx banget Sar :) salam buat mas Wawan :P
Trus Dahono alias Anto alias Gotri bersama kembar siamnya Oom Noegy dateng menjenguk sambil mengeluarkan celaan2 mautnya :D lengkap dengan guyonan kere-nya, mereka pulang nunggu diusir susternya sambil berjanji akan melakukan aktifitas 'penampakan' lagi besoknya...hihi parah deh :D
Dan benar, esoknya gerombolan penyamun di sarang perawan itu datang lagi dengan formasi yg nyaris lengkap...Gotri, Noegy, Hesty Gucci, Ipey (kebetulan ama Nina) minus Dewi mBendholz yg sedang investigasi ke Padang 1 minggu...
Trus ada Aty ama Frida yg khusus dateng dari Mandarin Oriental buat nengokin wajah gw yg jadi brewokan gak keruan ini...Thanx ya Ty.....jangan lupa bantuin gw nemuin Tema ya :D
si Dini sekilas info jenguk bentar...sambil sibuk makan puding...huh dasar...itu khan buwat pasien mpok :P katanya sih ama 'temen' di parkiran bawah.....yah paling2 itu pacar barunya yg masih malu2 dikenalin heheh...takut kalah ganteng yak? hahahaha :D
Mas Karwadi & Mas Saidi -duo lantai 8 PGN- datang juga sambil cengar cengir, trus crita alo si Lina juga kena thypus tapi gak mau ke RS, hmmm terpaksa gw langsung call Lina buat maksa dia ke RS :(
Bu Yanti, atasan gw di kantor dateng ama her servant.... bawain madu...hmm alhamdulillah ternyata masih perhatian juga ama anak buahnya :P katanya mo sekalian liat Plaza Semanggi abis blom pernah sih...
Trus Gerombolan Multiply-ers dateng juga akhirnya... pertama, WedHa ama Wiwin (asyek bisa nitip bundel majalah IDEA dari doi ;P) Thanx banget ya dHa :P selanjutnya disusul Wib ama Si Bee (tawon???) yang ternyata SMAnya cuma 500 meter dari rumahku di Semarang...mereka datang berseragam gelap2an...abis akad yak? :D hihihi...
Trus ada lagi si Chichi yg bawain aku 2 buah buku berat tapi asyek, buat temen tidur.....long time no see u Chi ! We should have a meeting in a better situation (apalagi kalo ama Melly hehe :P)
Thanx juga buat sms2 dan telpon yg selalu menguatkanku... make me realize that at least i still have friends...
Si Oom Ramly yg pake acara ngerjain sms dari nomor tak dikenal , Bondan yg special nelpon dengan kode 061, Rani yg stay in touch bahkan mo kirim obat tradisional Cina dari Jogja dipaketin ke JKT Thanx banget Ran !, Imel yg kirim sms sampe lupa kasih identitas, Yeppy yg nyempetin sms disela tugas kuliahnya yg bejibun di Montpellier, Fitri yg juga sedang flu berat tapi maksain masuk kantor n keep sms me :), Rindha yg masih sibuk dengan pencariannya di Bandung but masih rajin sms, Mitha yg jadi rajin sms setelah joged bareng di JavaJazzFest :P
Akhirnya, setelah aku minta ijin dokter biar gak kelamaan di RS, dokter mengijinkanku pulang ! :) senangnya... dijemput Mazda-hono, Dewi mBendholz yg abis dijemput dari Bandara, Sari ama Andi....meluncur ke pulang....:)
Hmm masuk RS kali ini, what a wonderful experience :)
Jakarta, 13 Maret 2005
| You are 87% Cancer | |
Sayap yang tak Pernah Patah Oleh : Anis Matta
Mari kita bicara tentang orang-orang patah hati. Atau kasihnya tak sampai. Atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘Majnun’, lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas dihempas takdir, atau layu tak berbalas.
Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu di sana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung:
O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap Aku ingin terbang menjemput Sang Kekasih Sejati
Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau jika mereka adalah kamu sendiri, maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri.
Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai di sana. “Apabila ada cinta di hati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain,� kata Rumi, “sebab tangan yang satu takkan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain.� Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.
Kalau cinta berawal dan berakhir pada Allah, maka cinta pada yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah dan melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab di sini kita justru sedang melakukan sebuah �pekerjaan jiwa� yang besar dan agung : MENCINTAI
Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah �kesempatan memberi� yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki cinta, memiliki �sesuatu� yang dapat kita berikan, maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya: “Apakah yang akan kuberikan?� Tentang kepada “siapa� sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.
Jadi kita hanya patah atau hancur karena kita lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.
Pliz see also iwan95.blogspot.com
Yes I Do Miss A Home ! A Real HOME !
I Pray for This Day Hope this is the One of My Huge Steps to the Light Good Start Good Beginning
Lord, Please Bless Me !
Di Penghujung Ramadhan...
Tomorrow I'll be going Home... Home? I'm not sure is it really A 'Home' actually... But I'm sure that I have unfinished business to be done Pray 4 Me... & Hope God Bless Me & My Way Hope I Could Do That Obligated Work Perfectly As A Son... As A Man...
'So Little Time So Much To Do'
NB: From The Deepest Heart I would like to Apologize what I've done to everyone Every Detail Mistakes Every Single One with Love & Peace
This Morning... A Sad Part of Our Live Already Began It's Really Shocking Me Actually
Struggling In Your Misteries... Only Faith is all I have now
If this is A Sign from You Let It Be Done Well Very Well... as Well as Your Destiny
We are only small creature And Our Weakness as A Completion No Other Way except Yours
You... The Owner of Life & Death The Owner of Laughs & Tears Only You We Could Ask & Beg And Only You We Can Depend On
Pliz... Give Us A Strength to Face This Out For Always Hold On Your Hand Still In Your Eternal Love & Affection
Forever....
| |